Menu

Selasa, 12 Januari 2016

Menambah fungsi teras sebagai ruang tamu



Menambah fungsi teras sebagai ruang tamu
Menambah fungsi teras sebagai ruang tamu. Ada sebagian orang mungkin tidak setuju dengan menambah fungsi teras sekaligus sebagai ruang tamu. Bagi mereka yang mempunyai rumah tipe besar tentunya tidak akan setuju dengan ide ini karena rumah yang bertipe besar pastinya sudah mempunyai ruangan khusus masing-masing.
Sebaliknya bagi mereka yang mempunyai rumah tipe kecil tentunya setuju dan bahkan mendukung dengan ide ini karena untuk rumah tipe kecil biasanya mempunyai satu ruang serba guna yang difungsikan sebagai ruang tamu, ruang keluarga dan sekaligus sebagai ruang makan.
Hal ini tentunya akan merepotkan ketika ketiga kegiatan tersebut berlangsung bersamaan. Untuk acara makan mungkin masih bisa berlangsung dengan ngobrol atau melihat televisi, namun ketika bersamaan dengan menerima tamu maka akan terasa kurang nyaman.
Untuk memecahkan masalah ini bisa saja dengan memasang partisi.  Tapi dengan memasang partisi  apakah dapat menyelesaikan masalah dengan tuntas sebab dengan memasang partisi sejatinya malah menambah kesan ruangan menjadi leih sempit.
Pemecahan lain untuk masalah ini yang mungkin bisa menjadikan inspirasi buat Anda adalah dengan menggeser ruang tamu ke teras atau dengan kata lain menambah fungsi teras sebagai ruang tamu.
Rumah tipe kecil kebanyakan juga mempunyai luasan tanah yang kecil pula terutama di lokasi perumahan, sebagai salah satu konsekuensi adalah adanya teras rumah yang sempit.  Bahkan ada rumah yang mempunyai teras hanya sekedar untuk pemanis tampak depan dan hanya bisa untuk meletakan sandal atau sepatu saja.
Lalu bagaimana cara menambah fungsi teras sebagai ruang tamu?
Pada rumah yang mempunyai luas tanah sempit biasanya disamping ukuran terasnya kecil jarak antara dinding utama bangunan dengan pagar depan juga pendek yaitu berkisar antara 2,5 meter sampai 3 meter saja.
Sebagai contoh rumah saya sendiri, lokasinya di sebuah perumahan menengah dimana jarak antara dinding bangunan utama dengan pondasi pagar depan berjarak 3 meter dengan teras berukuran 1 meter x 2,5 meter.   Rumah ini saya beli dari tangan pertama dan kebetulan bangunan rumah masih asli.
Pada awal tinggal di rumah ini saya sendiri merasa bingung, dalam hati sering bertanya sebenarnya bagian rumah yang berada di depan pintu utama rumah ini bisa disebut teras atau hanya sekedar sebagai tempat sandal dan sepatu saja?
Tapi biarlah kita tidak usah memikirkan masalah teras kecil tersebut yang penting perlu untuk diketahui bahwa rumah saya menghadap ke barat dan kebetulan tepat pada posisi di depan pertigaan jalan perumahan atau biasa disebut sunduk sate.
Bisa Anda bayangkan  pada waktu sore hari terutama musim kemarau, ya ampun . . . . . .  panasnya . . . . . luar biasa.  Dengan luas bangunan dan tanah yang sempit sampai-sampai untuk memarkir montor saja saya merasa kebingungan.  Untuk parkir montor sebenarnya tidak begitu masalah yaitu dengan memarkir didepan rumah dan ditutup deklit sudah cukup. Keadaan ini berlangsung kurang lebih tiga tahun saya pikir cukuplah untuk merasakan panasnya matahari sore dan ruangan rumah yang sempit tersebut.
Saya sendiri sedikit banyak senang dan tahu masalah bangunan juga kebetulan ada sisa bahan bangunan dari kontrakan rumah sebelumnya, saya pikir tidak ada salahnya kalau teras rumah yang sempit tadi diperluas tidak hanya untuk menambah fungsi teras sebagai ruang tamu saja tapi bisa untuk memarkir montor terutama pada malam hari.
Hanya dengan sisa bahan bangunan yang ada dan bantuan istri, pekerjaan memperluas teras saya kerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain. Simpel saja, bahan yang digunakan sebagai berikut :
·        2 batang glugu (kayu pohon kelapa) ukuran 8 x 12 cm, panjang 275 cm.
·        2 batang glugu ukuran 6 x 10 cm, panjang 280 cm.
·        3 batang glugu ukuran 5 x 7 cm, panjang 300 cm.
·        4 lembar esbes gelombang kecil, panjang 300 cm.
·        (10 kg semen, 2 bagor koral, 3 bagor pasir) untuk adukan beton dan plestteran.
·        Kurang lebih 250 conblock.
Secara kebetulan lagi bahwa teras rumah ada tritisan lebarnya 50 cm.  Tritisan inilah nantinya yang digunakan untuk meyangga separo dari keseluruan teras.
Peralatan yang digunakan sederhana saja yaitu :
·        Linggis besar.
·        2 timba plastik.
·        Cethok.
·        Gayung