Menambah fungsi teras sebagai ruang tamu
Menambah
fungsi teras sebagai ruang tamu. Ada sebagian orang mungkin tidak setuju dengan menambah
fungsi teras sekaligus sebagai ruang tamu. Bagi mereka yang mempunyai rumah
tipe besar tentunya tidak akan setuju dengan ide ini karena rumah yang bertipe
besar pastinya sudah mempunyai ruangan khusus masing-masing.
Sebaliknya bagi mereka yang mempunyai rumah tipe kecil tentunya
setuju dan bahkan mendukung dengan ide ini karena untuk rumah tipe kecil biasanya
mempunyai satu ruang serba guna yang difungsikan sebagai ruang tamu, ruang
keluarga dan sekaligus sebagai ruang makan.
Hal ini tentunya akan merepotkan ketika ketiga kegiatan
tersebut berlangsung bersamaan. Untuk acara makan mungkin masih bisa
berlangsung dengan ngobrol atau melihat televisi, namun ketika bersamaan dengan
menerima tamu maka akan terasa kurang nyaman.
Untuk memecahkan masalah ini bisa saja dengan memasang
partisi. Tapi dengan memasang partisi apakah dapat menyelesaikan masalah dengan
tuntas sebab dengan memasang partisi sejatinya malah menambah kesan ruangan
menjadi leih sempit.
Pemecahan lain untuk masalah ini yang mungkin bisa menjadikan
inspirasi buat Anda adalah dengan menggeser ruang tamu ke teras atau dengan
kata lain menambah
fungsi teras sebagai ruang tamu.
Rumah tipe kecil kebanyakan juga mempunyai luasan tanah yang
kecil pula terutama di lokasi perumahan, sebagai salah satu konsekuensi adalah
adanya teras rumah yang sempit. Bahkan
ada rumah yang mempunyai teras hanya sekedar untuk pemanis tampak depan dan
hanya bisa untuk meletakan sandal atau sepatu saja.
Lalu bagaimana cara menambah fungsi teras sebagai
ruang tamu?
Pada rumah yang mempunyai luas tanah sempit biasanya disamping
ukuran terasnya kecil jarak antara dinding utama bangunan dengan pagar depan
juga pendek yaitu berkisar antara 2,5 meter sampai 3 meter saja.
Sebagai contoh rumah saya sendiri, lokasinya di sebuah
perumahan menengah dimana jarak antara dinding bangunan utama dengan pondasi pagar
depan berjarak 3 meter dengan teras berukuran 1 meter x 2,5 meter. Rumah
ini saya beli dari tangan pertama dan kebetulan bangunan rumah masih asli.
Pada awal tinggal di rumah ini saya sendiri merasa bingung, dalam
hati sering bertanya sebenarnya bagian rumah yang berada di depan pintu utama
rumah ini bisa disebut teras atau hanya sekedar sebagai tempat sandal dan
sepatu saja?
Tapi biarlah kita tidak usah memikirkan masalah teras kecil
tersebut yang penting perlu untuk diketahui bahwa rumah saya menghadap ke barat
dan kebetulan tepat pada posisi di depan pertigaan jalan perumahan atau biasa
disebut sunduk sate.
Bisa Anda bayangkan
pada waktu sore hari terutama musim kemarau, ya ampun . . . . . . panasnya . . . . . luar biasa. Dengan luas bangunan dan tanah yang sempit
sampai-sampai untuk memarkir montor saja saya merasa kebingungan. Untuk parkir montor sebenarnya tidak begitu
masalah yaitu dengan memarkir didepan rumah dan ditutup deklit sudah cukup.
Keadaan ini berlangsung kurang lebih tiga tahun saya pikir cukuplah untuk
merasakan panasnya matahari sore dan ruangan rumah yang sempit tersebut.
Saya sendiri sedikit banyak senang dan tahu masalah bangunan
juga kebetulan ada sisa bahan bangunan dari kontrakan rumah sebelumnya, saya
pikir tidak ada salahnya kalau teras rumah yang sempit tadi diperluas tidak
hanya untuk menambah fungsi teras sebagai ruang tamu saja
tapi bisa untuk memarkir montor terutama pada malam hari.
Hanya dengan sisa bahan bangunan yang ada dan bantuan istri,
pekerjaan memperluas teras saya kerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain.
Simpel saja, bahan yang digunakan sebagai berikut :
· 2 batang glugu (kayu pohon kelapa) ukuran 8 x 12 cm, panjang 275 cm.
· 2 batang glugu ukuran 6 x 10 cm, panjang 280 cm.
· 3 batang glugu ukuran 5 x 7 cm, panjang 300 cm.
· 4 lembar esbes gelombang kecil, panjang 300 cm.
· (10 kg semen, 2 bagor koral, 3 bagor pasir) untuk adukan beton dan plestteran.
· Kurang lebih 250 conblock.
· 2 batang glugu (kayu pohon kelapa) ukuran 8 x 12 cm, panjang 275 cm.
· 2 batang glugu ukuran 6 x 10 cm, panjang 280 cm.
· 3 batang glugu ukuran 5 x 7 cm, panjang 300 cm.
· 4 lembar esbes gelombang kecil, panjang 300 cm.
· (10 kg semen, 2 bagor koral, 3 bagor pasir) untuk adukan beton dan plestteran.
· Kurang lebih 250 conblock.
Secara kebetulan lagi bahwa teras
rumah ada tritisan lebarnya 50 cm.
Tritisan inilah nantinya yang digunakan untuk meyangga separo dari
keseluruan teras.
Peralatan yang digunakan sederhana
saja yaitu :
· Linggis besar.
· 2 timba plastik.
· Cethok.
· Gayung
· Linggis besar.
· 2 timba plastik.
· Cethok.
· Gayung